Laman

Selasa, 10 Juli 2012

AL QUR’AN BERNYAWA ( Habiburrahman El Shirazy)

Di Jabal Nur,,, Tubuhnya bergetar, Jibril mendekapnya, tubuhnya bercahaya, bacalah…!!! Di Jabal Nur, tubuhnya di selimuti cahaya, Jibril menuntun membaca, tubuhnya menggigil luar biasa, bacalah!!! Di Jabal Nur dalam kepasrahan hampa, tubuhnya bercahaya, jibril mengokohkan seruanya bacalah…!!!!! Batu-batu itu, letusan gunung itu, padang pasir, pohon-pohon kurma, angin yang menghembus, bintang gemintang cahaya dan semua partikel, semua makhluk yang ada di langit dan di bumi yang menjadi saksi bahwa dia, dia yang bercahaya itu yang dituntun Jibril membaca iyu, dia adalah utusan Allah. Sejak itu, dia membaca cahaya,dia membawa cahaya,dia menyampaikan cahaya, dia menyibak kegelapan dengan cahaya, cahaya ayat-ayat Allah… Cahaya itu yang potong-potong, ia bagi-bagi sampai rata, tak kurang tak lebih, ia takar dengan sempurna, setiap potongan cahaya itu, menjadi cahaya yang sempurna, ia letakan di Makkah, di Tho’if, di Madinah, di seluruh penjuru Jazirah, lalu ia ratakan berlahan di timur dan barat, dan seluruh, seluruh kian sekalian alam… Cahaya itu bernyawa, cahaya itu menghidupkanjiwa-jiwa yang mati, menyembuhkan peradapan yang sekarat,! Lihatlah,!dia pengenbala domba itu yang tidak bisa membaca itu, menyentuh dunia dengan cahaya, apa saja yang ia sentuh menjadi hidup,,, menjadi bahagia,, Bacalah, dengan, menyebut nama tuhan-Mu yang menciptakan, dia membaca ayat-ayat Allah hidup dalam matinya, ialah al quran yang hidup dan benyawa,,, Para piatu tumbang menghadapi denganya, para sahaya, penjahat, mulia, melebihi para raja, anakitu di belakangnya,,, Dan kelak, ketika gunung-gunung meletus langit pecah, bumi terbelah, maya padang di selimuti api, semua sekarat dan mati. Jibril, Mika’il, Isrofil, Izrail dan semua yang bernama makhlikakhirnya mati, pada padang mahsyar dinar, amal akan di timbang, penempatan akan di tentukan surga atau neraka jahannam, ,, dia …al quran yang berjalan itu kembali datang membawa kesejukan, ketenangan dan rasa aman,dia membawa syafa’at kepada siapa saja, dia bernyawa dalam petunjuknya, dialah Muhamad, pelangi penyejuk jiwa. Cahaya peradapan manusia, dialah alquran yang bernyawa, Teruntuknya, aku kirim sholawat dan rasa cinta yang tiada habis-habisnya….

2 komentar:

  1. Kang Anis, kulo Fatah...
    nyuwun ijin copy-paste puisi niki nggeh Kang...
    makasih

    BalasHapus